Kamis, 06 Desember 2012

tiga jenis musibah

Manusia selalu mengharapkan nikmat untuk dirinya, tentu nikmat adalah sesuatu yang membuat seseorang nyaman. namun nikmat nyatanya bukan dinilai dari bentuk luarnya namun juga esensinya
seperti adanya musibah dari Allah, dikatakan bentuk dari musibah itu adalah hilangnya nikmat tapi terkadang nikmat terkandung dalam musibah itu sendiri. orang menyebutnya ada hikmah dibalik Musibah, itulah nikmat yang dimaksud dalam esensinya.
namun hanya segelintir orang yang bisa memahami hikmah dibalik musibah. orang yang mengerti dan beriman mengetahui kebaikan dibalik musibah kemudian akan menyikapinya dengan kesabaran dan kepasrahan kepada sang maha kuasa. sedangkan orang yang mengerti namun tidak beriman kadangkala menyikapinya dengan pandangan negatif karena ketidak mampuannya menerima musibah yang dinilai berat untuk dialami.

Tentang adanya musibah hal itu berhubungan dengan kodrat alam adanya sebab-akibat, pun al-Qur'an telah menjelaskannya didalam surah al-Kahfi (15).
sebab-akibat merupakan sesuatu yang tidak luput dari segala aspek kehidupan. musibah terjadi karena ada sebabnya, hal ini yang kemudian membagi Musibah menjadi tiga bagian yang semuanya tetap dalam lingkup sebab sebagai awal yang memunculkannya.
 
Pertama : Musibah sebagai ujian dari allah untuk menguji kadar keimanan hambanya. seperti  yang telah ditimpakan kepada para Rasul dan nabi Allah, tak luput dari hal ini Nabi muhammad yang notabennya sebagai makhluk yang paling mulia ini pernah mengalami musibah dalam kategori ujian ini seperti yang dijelaskan dalam kisah meniggalnya paman beliau abu thalib yang tidak berselang kemudian istirnya saidah khadijah merupakan pukulan yang sangat telak bagi beliau. hikmah dibalik musibah macam ini ialah semakin meningktnya kadar iman seseorang sehingga semakin dekat dengan allah s.w.t.
musibah ini merupakan aktualisasi dari firman allah : ma asaba min musiibatin fabiidznillahi wa yahdi qalbahu yang menjelaskan hal ini berdasarkan idzin allah yang kemudian akan ada petunjuk dari-Nya (kebaikan).

kedua : Musibah sebagai ujian dari Allah untuk menegor hamba-hambanya yang mulai jarang mengingatnya. Allah maha penyayang terhadap hamba-hambanya sehingga ketika mereka lupa dan semakin menjauh maka dengan sifat ar-rahimnya  Allah memberikan musibah sebagai teguran untuk mengajak kembali kejalan sebelummnya, ini yang menjadikan sebab kembalinya hamba-hamba allah kejalan yang sirat al-mustaqim. kembalinya para hamba-hamba allah inilah yang merupakan hikmah dibalik musibah ini, yang menyalamatkan mereka dari mengikuti khutuwat as-syaithan jalan setan. naudzubillah min dzalik. amin.

dan ketiga : musibah sebagai adzab atau siksa terhadap manusia yang melakukan dosa. seperti apa yang telah di alami oleh kaum-kaum terdahulu. seperti dalam kisah Nabi Nuh as yang allah menenggelamkan mereka dengan banjir yang super dahsyat yang membuat mereka meninggal dan tidak menyisakan nyawa satupun dari mereka dengan sebab tak mau mempercayai dakwah Nuh as dan mengelak darinya malah dari kebanyakan mereka malah mencaci maki Nuh. pada akhirnya tidak ada yang tersisa dari mereka kecuali Nuh dan para pengikutnya.
musibah ini mengharuskan seseorang untuk mengambil jalan taubat untuk mendapatkan ampunan-Nya.

dari jenis musibah kedua dan tiga ini merupakan penjabaran dari firman allah yang lain : ma asaba min musibatin fabima kasabat aidikum wa yakfu 'an katsir. sebagai akibat dari perbuatan manusia itu sendiri yang mendatangkanya yang kemudian harius disikapi dengan taubat dan memohon ampunan dari-Nya.  
 
 Wallahu A'lam.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar