menyiksa ku dalam setiap nafas
cerita kita tak seindah imanjinasi
Pergi tak menanggalkan kabarpun
menghilang demi orang lain disana
sesalpun terus melanda
menghinggapi entah sampai kapan
aku bisa berbuat apa
hanya menunggu dirimu tentang putusan
tak jauh harapan tentang kesedihan
mengucilkanku dari sebuah kebahagiaan
demi orang lain disana
kepadanya kau berbahagia
penantian datang sembari tertawa
menandakan kenistaan kisah asmara
seribu tahun penantian terasa lamanya
menandakan ku masih belum kuasa
Kamis, 27 Desember 2012
Selasa, 18 Desember 2012
Warisan Luhur Ini harus kita jaga bersama
Sore ini tampak masih setia menemaniku hembusan angin diruang tertutup nan gelap
mencoba menenangkan aku disaat mulai ada gejolak yang tak terbendung
melihat bibit bibit muda yang cenderung tumbuh tak sesuai harapannya
seribu langkah ku munculkan dalam benakku mencoba menjadikannya pupuk
yang kan menjadi saksi tanpa kata tanpa rasa yang kumengerti dikemudian hari
tak seorang pun yang berada di belakangku selain sosok sosok yang sudah lama bersama berpetualang dalam bingkai persahabatan,
masa regenarasi sudah saatnya bertakhta
menggantikannya tanpa paksa tanpa ada daya
titah sang guru kini menjadi dasar utama tuk mengibarkan panji keislaman
membina putra putri bangsa menjadi Ulil Albab
~_Lembaga Pendidikan Islam Hidayatuddiniyah_ ~
Ini adalah warisan yang pada dasarnya tak pernah kita tunggu dan tak pernah kita harapkan sebelumya.
lahir ditempat ini adalah keharusan yang di bangun menjadi tempat men-transfer kaidah-kaidah kehidupan, tentu jika ini hanya dibebankan pada seorang diri maka kita tak kan mampu memberikan mereka bekal hidup dimasa depan yang notabennya sudah mengabaikan etika dan lebih mengambil budaya kebarat-baratan (westernisasi) yang sifatnya sudah ekspansif dan tak kan kita temukan mereka yang dimasa sepan hidup dengan makna eksistensi dari kalamullah al-qur'an.
maka perlu adanya suatu inisiatif untuk membangun peradaban yang berlandaskan al-Qur'an dan al-hadits, dan membendung ajaran-ajaran negatifisme sebelum mereka terjangkitinya.
mendirikan sebuah komunitas Islam merupakan upaya untuk menggapai harapan itu, dengan kebersamaan kita akan sama-sama membangun peradaban islam yang memiliki prospek indah di masa depan dan hal itulah yang harus kita beri kepada anak didik kita sebagai warisan luhur yang tak kan pernah tertandingi dengan tingginya nilai dolar sekalipun.
Mari saatnya kita yang bergerak, tidak selamanya kita menjadi anak-anak yang hanya minta diurusi oleh yang dewasa, sudah tiba waktu kita untuk balik mengurusnya. dan hal itu tidak bisa dipungkiri lagi.
adek-adek yang lugu itu tak seharusnya kita lihat dimasa depan dengan botol-botol alkohol disampingnya, perempua-perempuan telanjang dibelakangnya.
Ingat !! tugas ini bukan hanya untuk seorang guru tapi kita semua harus menjadi kreator terciptanya manusia berintelektual tinggi dan moral-moral luhur yang menjanjikan.
sekali lagi kita harus sama-sama membangun dan menjaga warisan-warisan luhur ini, khususnya di Lembaga Hidayatuddiniyah.
@Rava
Selasa, 11 Desember 2012
kalimat sedihku
masih tampak gelap tempat ini, tidak ada secercah cahaya yang menyelinap, menyisakan pemandangan yang tak bersahabat.
langkah gontai menapaki bumi menelusuri jalan yang terasa menjumpai lubang-lubang membuat langkah semakin berat.
ditambah basahnya tanah menjadikan ia lumpur disetiap jalan.
Ikhwal ini mengintip sosok dibalik bilik yang sudah terborgol dimasa lalu.
bukan dirimu sekarang, bukan dirimu di esok hari.
tak pernah mau mengulang bayangan itu, tak pernah bisa mengingat keadaannya.
semata-mata karena dirimu hadir dikehidupanku, membuyarkan lamunan kelamku, mengancurkannya, menjadikanya s'sosok yang tak seindah permata diera keemasannya.
dirimu menemani, mengobati, menjadi topik utama disetiap hayalan.
pertemuan singkat itu sudah menjadikanku mengenalmu semasa perjalanan mengelilingi bumi.
indah dikala dengar suaramu, melihat senyumu, mengundang tawamu.
namun kelam disaat kau tak sedikitpun menyediakan waktu buat aku, mengelakkan dan tak mengingatku.
Kau yang disana, bukalah telingamu untuk mendengar bisikanku,
ku berbisik didekatmu, namun bagimu bisikanku seperti terpisah diantara beratus-ratus kilo
mengertilah tentang diriku, ku menginginkanmu disetiap langkahku.
kau yang disana, lihatlah diriku walaupun dalam bentuk bayangan semata
jika dirimu tak bisa melihatku secara kasat mata.
satu menit saja perhatiamu bak seratus tahun mengiriku.
Kau yang disan, jangan abaikan diriku, jelaskan jika kau memang masih terbelenggu dengan sosok yang lain. agar diriku mengerti tak bisanya aku menandinginya.
diriku hanyalah diriku, betapapun lemahnya diriku dan sekuat apapun dirinya yang terpenting adalah bagaimana bisa diriku mengajakmu masuk dalam kehidupanku. dan menjadikanmu bagian dari diriku yang lain.
langkah gontai menapaki bumi menelusuri jalan yang terasa menjumpai lubang-lubang membuat langkah semakin berat.
ditambah basahnya tanah menjadikan ia lumpur disetiap jalan.
Ikhwal ini mengintip sosok dibalik bilik yang sudah terborgol dimasa lalu.
bukan dirimu sekarang, bukan dirimu di esok hari.
tak pernah mau mengulang bayangan itu, tak pernah bisa mengingat keadaannya.
semata-mata karena dirimu hadir dikehidupanku, membuyarkan lamunan kelamku, mengancurkannya, menjadikanya s'sosok yang tak seindah permata diera keemasannya.
dirimu menemani, mengobati, menjadi topik utama disetiap hayalan.
pertemuan singkat itu sudah menjadikanku mengenalmu semasa perjalanan mengelilingi bumi.
indah dikala dengar suaramu, melihat senyumu, mengundang tawamu.
namun kelam disaat kau tak sedikitpun menyediakan waktu buat aku, mengelakkan dan tak mengingatku.
Kau yang disana, bukalah telingamu untuk mendengar bisikanku,
ku berbisik didekatmu, namun bagimu bisikanku seperti terpisah diantara beratus-ratus kilo
mengertilah tentang diriku, ku menginginkanmu disetiap langkahku.
kau yang disana, lihatlah diriku walaupun dalam bentuk bayangan semata
jika dirimu tak bisa melihatku secara kasat mata.
satu menit saja perhatiamu bak seratus tahun mengiriku.
Kau yang disan, jangan abaikan diriku, jelaskan jika kau memang masih terbelenggu dengan sosok yang lain. agar diriku mengerti tak bisanya aku menandinginya.
diriku hanyalah diriku, betapapun lemahnya diriku dan sekuat apapun dirinya yang terpenting adalah bagaimana bisa diriku mengajakmu masuk dalam kehidupanku. dan menjadikanmu bagian dari diriku yang lain.
Kamis, 06 Desember 2012
tiga jenis musibah
Manusia selalu mengharapkan nikmat untuk dirinya, tentu nikmat adalah sesuatu yang membuat seseorang nyaman. namun nikmat nyatanya bukan dinilai dari bentuk luarnya namun juga esensinya
seperti adanya musibah dari Allah, dikatakan bentuk dari musibah itu adalah hilangnya nikmat tapi terkadang nikmat terkandung dalam musibah itu sendiri. orang menyebutnya ada hikmah dibalik Musibah, itulah nikmat yang dimaksud dalam esensinya.
seperti adanya musibah dari Allah, dikatakan bentuk dari musibah itu adalah hilangnya nikmat tapi terkadang nikmat terkandung dalam musibah itu sendiri. orang menyebutnya ada hikmah dibalik Musibah, itulah nikmat yang dimaksud dalam esensinya.
namun hanya segelintir orang yang bisa memahami hikmah dibalik musibah. orang yang mengerti dan beriman mengetahui kebaikan dibalik musibah kemudian akan menyikapinya dengan kesabaran dan kepasrahan kepada sang maha kuasa. sedangkan orang yang mengerti namun tidak beriman kadangkala menyikapinya dengan pandangan negatif karena ketidak mampuannya menerima musibah yang dinilai berat untuk dialami.
Tentang adanya musibah hal itu berhubungan dengan kodrat alam adanya sebab-akibat, pun al-Qur'an telah menjelaskannya didalam surah al-Kahfi (15).
sebab-akibat merupakan sesuatu yang tidak luput dari segala aspek kehidupan. musibah terjadi karena ada sebabnya, hal ini yang kemudian membagi Musibah menjadi tiga bagian yang semuanya tetap dalam lingkup sebab sebagai awal yang memunculkannya.
sebab-akibat merupakan sesuatu yang tidak luput dari segala aspek kehidupan. musibah terjadi karena ada sebabnya, hal ini yang kemudian membagi Musibah menjadi tiga bagian yang semuanya tetap dalam lingkup sebab sebagai awal yang memunculkannya.
Pertama : Musibah sebagai ujian dari allah untuk menguji kadar keimanan hambanya. seperti yang telah ditimpakan kepada para Rasul dan nabi Allah, tak luput dari hal ini Nabi muhammad yang notabennya sebagai makhluk yang paling mulia ini pernah mengalami musibah dalam kategori ujian ini seperti yang dijelaskan dalam kisah meniggalnya paman beliau abu thalib yang tidak berselang kemudian istirnya saidah khadijah merupakan pukulan yang sangat telak bagi beliau. hikmah dibalik musibah macam ini ialah semakin meningktnya kadar iman seseorang sehingga semakin dekat dengan allah s.w.t.
musibah ini merupakan aktualisasi dari firman allah : ma asaba min musiibatin fabiidznillahi wa yahdi qalbahu yang menjelaskan hal ini berdasarkan idzin allah yang kemudian akan ada petunjuk dari-Nya (kebaikan).
kedua : Musibah sebagai ujian dari Allah untuk menegor hamba-hambanya yang mulai jarang mengingatnya. Allah maha penyayang terhadap hamba-hambanya sehingga ketika mereka lupa dan semakin menjauh maka dengan sifat ar-rahimnya Allah memberikan musibah sebagai teguran untuk mengajak kembali kejalan sebelummnya, ini yang menjadikan sebab kembalinya hamba-hamba allah kejalan yang sirat al-mustaqim. kembalinya para hamba-hamba allah inilah yang merupakan hikmah dibalik musibah ini, yang menyalamatkan mereka dari mengikuti khutuwat as-syaithan jalan setan. naudzubillah min dzalik. amin.
dan ketiga : musibah sebagai adzab atau siksa terhadap manusia yang melakukan dosa. seperti apa yang telah di alami oleh kaum-kaum terdahulu. seperti dalam kisah Nabi Nuh as yang allah menenggelamkan mereka dengan banjir yang super dahsyat yang membuat mereka meninggal dan tidak menyisakan nyawa satupun dari mereka dengan sebab tak mau mempercayai dakwah Nuh as dan mengelak darinya malah dari kebanyakan mereka malah mencaci maki Nuh. pada akhirnya tidak ada yang tersisa dari mereka kecuali Nuh dan para pengikutnya.
musibah ini mengharuskan seseorang untuk mengambil jalan taubat untuk mendapatkan ampunan-Nya.
musibah ini mengharuskan seseorang untuk mengambil jalan taubat untuk mendapatkan ampunan-Nya.
dari jenis musibah kedua dan tiga ini merupakan penjabaran dari firman allah yang lain : ma asaba min musibatin fabima kasabat aidikum wa yakfu 'an katsir. sebagai akibat dari perbuatan manusia itu sendiri yang mendatangkanya yang kemudian harius disikapi dengan taubat dan memohon ampunan dari-Nya.
Wallahu A'lam.
Langganan:
Postingan (Atom)
