Sabtu, 15 Maret 2014

KEMATIAN



Dunia tempat manusia bersaing mengumpulkan harta sebanyak-banyaknya untuk meraih kesenangan dengan materi yang melimpah, bagi mereka kebahagian bisa di beli dengan uang uang adalah tolok ukur segala hal dalam kehidupan. Mereka lalai atas Firman Allah “tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati…(QS. Al-Anbiya: 35) 
“bermegah-megahan telah melalaikan kamu (Qs. At-Takastur:1) orang-orang yang terlena dengan kehidupan dunia akan melupakan akhiratnya sehingga ketika ia mati mereka akan mengetahui balasannya. Betapa sakit dan pedihnya siksaan bagi mereka yang lalai atas perintah Allah swt. Ketika nafas sudah berhenti tinggallah penyesalan abadi.
MATI adalah terlepasnya roh dari jasad seseorang yang berarti kepergian manusia dari kehidupan dunia (Jhubair,2012:8) kematian adalah tanda menuju kehidupan selanjutnya, kehidupan yang baik bagi mereka yang taat perintah Allah dan kehidupan yang buruk bagi mereka yang ingkar kepada Allah. Siapapun makhluk yang bernyawa semua akan mengalami kematian  “dimana saja kamu berada, kematian akan mendapatkan kamu, kendatipun kamu di dalam benteng yang tinggi lagi kokoh…”(QS.an-Nisa:78)

Kehidupan Abadi
Setelah kehidupan dunia ruh akan beralih ke alam Barzah alam ghaib yang dihuni orang-orang yang sudah mati. Jika alam barzah adalah kehidupan maka orang-orang yang sudah mati dalam hal ini adalah ruh yang meninggalkan jazad tentu mereka akan mengalami dua sisi kehidupan yang berbeda 1. Merasakan kenikmatan, dan 2. Merasakan penderitaan seperti kehidupan dunia pada umumnya.
kenikmatan dalam alam barzah ini akan dialami oleh orang-orang yang ketika hidup di dunia taat menjalankan perintah Allah dan mencegah dirinya dari kufur pada-Nya. Kelak ia akan melihat taman-taman surga yang diperlihatkan setiap waktu. Sedangkan penderitaan yang berupa siksaan atas mereka disebabkan dosa-dosa yang mereka lakukan ketika hidup di dunia “Kepada mereka ditampakkan neraka pada pagi dan petang…” (QS. Ghafir(40):46) bagi mereka yang menyesal berkata “…Ya tuhanku kembalikanlah aku (ke dunia). Agar aku berbuat amal yang salih terhadap yang telah aku tinggalkan…”(QS. Al-Mukminun(23):99-100)
penyesalan memang datang terlambat, namun penyesalan yang terjadi setelah kematian akan menjadi penyesalan yang benar sia-sia.
dua kejadian ini akan berlangsung abadi karena ruh bersifat abadi. Ruh sama seperti energy dalam ilmu fisika kita mengenal teori kekekalann energi. Teori kekekalan energi mengatakan bahwa energy bersifat kekal, tidak bias di musnahkan, dihancurkan, atau dilenyapkan. Ia hanya berubah bentuk dalam ruh, dunia, barzah dan alam akhirat kelak. Ruh tidak bisa dileyapkan ada kalanya ruh hanya merasa lemah , sakit dan menderita seperti penyakit gelisah, kecewa, dengki, cemas, takut dll.
 Bagi orang muslim sudah selaknya menyadari jika kematian sudah menimpa semua hal yang berhubungan dengan dunia ini akan terpisah, harta melimpah, istri cantik, jabatan tinggi hanya menjadi sesuatu yang akan ditinggalkan. Kematian hanya akan membawa amal ketika di dunia.

Pengingat Kematian
Orang yang selalu ingat pada kematian akan senantiasa menjaga dirinya dari ingkar perintah-perintah Allah. Hal ini dapat dilakukan dengan cara ziarah kubur, membaca al-Qur’an, bergaul dengan orang salih, merendahkan diri di hadapan Allah dengan menemuinya seakan memikul beban dosa yang amat besar.

Oleh: Alfarabi Rafa’el Faqih

Referensi: misteri malam pertama di alam kubur, malam pertama di alam kubur, www.fadhilza.com