Jumat, 11 Oktober 2013
Kamis, 16 Mei 2013
Langkah-langkah setan
Ibun Qayyim menyebutkan dalam kitabnya Al-Badai'ul Fawaid: "sesungguhnya setan mengajak manusia kepada enam perkara, ia baru melangkah ketahap selanjutnya bila perkara sebelumnya gagal"
1. Mengajak Berbuat syirik (menyekutukan Allah), jika ini berhasil maka setan telah menang, jika tidak berhasil maka setan memiliki cara selanjutnya
2. mengajak berbuat bid'ah. jika terpedaya maka akan terbuai terhadap bid'ah ini, dianggap indah dan puas, jika gagal maka
3. mengajak ke perbuatan Dosa-dosa besar. seperti Zina, membunuh dsb. jika gagal, maka
4. Mengajak berbuat dosa-dosa kecil seperti memukul, berkata buruk, menghujat dsb.
5. mengajak untuk sibuk dalam perkara yang mubah, hal yang tak mengandung manfaat sehingga lupa untuk beribadah, mengerjakan sesuatu yang todak penting dan meinggalkan pekerjaan yang penting, jika tidak bisa maka jalan terakhir setan adalah
6. mengerahkan bala tentaranya dari jenis manusia untuk menyerang orang-orang berpegang teguh dengan agamanya. dan banyak manusia gugur dalam cara setan terakhir ini.
setan adalah makhluk yang dijanjikan Allah masuk dalam jurang neraka, dan setan pun mengajak manusia untuk ikut dan menemaninya nanti di neraka, barang siapa yang lengah bersiap-siaplah untuk menjadi pengikutnya Ahlu -Annar .
Allah berfirman : وَلَا تَتَّبِعُوْ خُطُوَا طِ الشَّيْطَان "dan janganlah ikuti langkah setan"-naudzybilllah min dzalik.semoga Allah terus menjaga dan meningkatkan iman kita, iman akan semakin kuat bila kita telah istiqomah dalam ibadah dan sebaliknya semakin jarang mengingat-Nya semakin lemah pula iman.
Jumat, 08 Februari 2013
Penguatan Bukti Kebusukan dan Pembodohan oleh AMERIKA !!
Bertahun-tahun kita dibodohi oleh kepercayaan kita pada kehebatan
Amerika yang mendaratkan Neil Armstrong dengan Apollo 11 nya dibulan
pada tahun 1969. Bahkan sampai ke adik-adik kita.
Namun seiring berjalan waktu, para orang-orang hebat pun mulai melakukan penelitian akan kebenaran hal ini.
Selain ke"khilafan" Amerika dalam mereka-reka cerita yangg kita sudah
ketahui sebelumnya, Angkasa luar merupakan ruang hampa yang tidak ada
ruang gerak bagi angin, Namun mengapa bendera itu berkibar?
Lalu bagaimana mungkin peristiwa bersejarah di bulan itu bisa disiarkan
melalui televisi, sedangkan pada suhu sedemikian extreme, roll film akan
meleleh.
Dari hasil forensik digital, diketahui bahwa
foto-foto Armstrong palsu. alasannya, sumber cahaya di bulan hanya dari
matahari. tetapi pada foto, ditemukan begitu banyak bayangan tak lazim.
kesimpulannya, lokasi pemotretan “mirip bulan” itu melibatkan sejumlah
lighting (efek pencahayaan).
Dan ada 2 bukti tambahan mengejutkan yang mungkin belum diketahui khalayak ramai.
Pertama. Pada tahun 1999, pernah disiarkan di Metro TV. Seorang Ilmuwan
Rusia Michel Hart Lewis (waktu itu dia berumur 52 tahun) mengatakan
dalam penelitiannya dan pemaparannya, Terdapat suatu wilayah kira-kira
seluas 15Ha dikawasan Amazon. Yang merupakan daerah "Suci".
Maksudnya? Seperti namanya, daerah suci yang dimana semua benda udara yang melintas diatas daerah itu akan ditembak jatuh!
Dan uniknya lagi, Wilayah ini TIDAK TERDAFTAR dalam Google Map/Peta-peta lain.
Mereka berhasil mengintai melalui satelit produksi mereka, yang para ilmuwan yakini sebagai tempat "Syuting" Armstrong dkk.
Yang dimana telah kita ketahui sebelumnya, Rusia yang merupakan Pecahan
Uni Soviet sedari dulu selalu "perang dingin" dengan rival yang satu
ini dalam segala aspek.
Lalu yang kedua, Kalau anda rajin
menonton Televisi disekitaran tahun 2000-2005 pasti pernah (atau sering)
dengar berita kegagalan Peluncuran Apollo yang hendak diterbangkan
kembali ke bulan/sekedar pemasangan Satelite.
Yang dimana NASA
tak ingin "Koreng" besarnya terbuka, maka dengan cara menghancurkan
Apollonya sendiri yang akan diluncurkan, sudah beberapa kali dilakukan
dalam kurun beberapa dekade pasca Armstrong.
Dengan beribu
macam alasan pada masalah tekhnikal peluncuran. Logikanya, Pemerintah
Amerika mampu mengeluarkan Dana US$20 juta/bulan untuk pembiayaan dan
perawatan NASA.
Dan sedangkan dalam pembuatan Film Luar Angkasa
(pernah donk Nonton Film Armageddon) yang hanya memakan budget ± US$4
juta apakah menjadi masalah besar jika mereka merangkai suatu kebohongan
yang dibiayai Puluhan bahkan mungkin Ratusan Juta dollar?
Tentu tidak.
Dan, Michel Hart Lewis seakan Hilang ditelan bumi setahun kemudian.
Segala bentuk informasi, biografi dan keluarganya, dalam
Internet/buku-buku pun tidak diketemukan...
Copas dari sumber : https://www.facebook.com/SudahTahukahAnda/posts/355412964560645
Rabu, 23 Januari 2013
HOROR dalam Seni Film Indonesia
Film adalah
sebuah seni yang memiliki estetika tersendiri didalamnya, hal yang paling tidak
bisa dipungkiri ialah bentuk atapun gambar yang dimunculkan oleh film itu
sendiri, ini membuat sebagian orang lebih memilih menonton film daripada seni
panggung lainnya. Orang akan dimanjakan dengan ilustrasi gambar yang sangat
kreatif dan imajinatif sehingga mereka terhipnotis olehnya. Namun yang menjadi
pembahasan utama dalam artikel ini adalah bagaimana film itu mempengaruhi para
penikmatnya dalam perkembangan moralitas dan sosialitasnya.
Film
menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah lakon (cerita) gambar hidup,
sedangkan seni adalah penggunaan budi
pikiran untuk menghasilkan karya yang menyenangkan bagi roh manusia. Seni
memiliki nilai-nilai positif didalamnya, menurut Aris Toteles seni harus
memiliki fungsi untuk membuat katarsis bagi masyarakat. Katarsis berarti
pelepasan hal-hal yang negative, atau dalam bahasa religi berarti pemurnian
jiwa.(Nugroho Trisnu Brata, 2007:7).
Dari pengertian diatas dapat
dipahami bahwa esksistensi dafi film sebagai seni adalah film merupakan sebuah
cerita yang diwujudkan dengan gambar hidup yang harus memberikan katarsis bagi
penikmatnya, Yaitu perubahan sifat yang lebih baik. Jika tidak memberikan efek
kebaikan maka itu bukanlah termasuk dalam kategori seni. Karena seni memiliki
beberapa fungsi, yaitu : 1) Fungsi Ritual. 2) Fungsi Pendidikan. 3) Fungsi
komunikatif. 4) Fungsi hiburan. film harus memiliki salah satu dari fungsi
empat tersebut, dari beberapa fungsi ini film setidak-tidaknya harus memiliki
fungsi sebagai hiburan.
Tentang
film horor sejatinya film horor adalah film yang berisikan cerita-cerita
menyeramkan, hal ini kebanyakan para sutradara menggunakan hantu-hantu yang ada
di Indonesia, semisal kuntilanak,
pocong, sunder bolong dsb. namun ironisnya dewasa ini film horor isinya sudah
menyeleweng dari nilai sesungguhnya, film horor sekarang lebih sering kita
jumpai dengan cerita humor, dan pornografi sebut saja film Dendam Pocong
Mupeng, Pulau Hantu, Pocong kesetanan dan masih banyak lagi film horor yang terdapat
unsur keduanya. Entah tujuannya karena sudah menjadi konsep seperti itu,
ataupun sebagai langkah untuk mendapatkan perhatian yang lebih, maka sutradara
paling suka disetiap ada cerita dibumbui kisash-kisah seks.
Indonesia
adalah mayoritas kaum muslim didunia sehingga tentang pemberlakuan hokum
syariat masih kental kita ketemui beda dengan Negara-negara barat yang sudah
banyak menjadikan hal-hal yang tak senonoh menjadi kebudayaan mereka dan ini
diwariskan pada turunan mereka. Kita sebut adat mereka adat barat sedangkan di
Indonesia adalah adat timur yaitu adat yang membiasakn diri jauh dari sifat
buka-bukaan (tubuh red). Dari sinilah harusnya menjadi alasan utama bagi
investor-investor luar agar untuk tidak membuat film yang nobanenya tak
mendidik malah mengajarkan orang lain sebuah kekeliruan dalam implemntasi
kehidupannya.
Sebelum kita mendiskreditkan perfilman (horor)
Indonesia sebelum itu film yang bernuansa islam pernah menjadi kontroversi,
disebabkan isi yang terdapat dalam cerita tak sesuai dengan ajaran islam,
seperti dalam film karya sutradara terkenal Hanung Bramantyo “Perempuan
Berkalung Sorban” yang dikalim memberikan citra buruk kepada islam tentang
pesantren, sehinggan MUI (Majelis Ulama Indonesia) meminta film itu untuk
ditarik kemudian diganti salah satu adegannya (Sidogiri, edisi 38: 12). Contoh lain
juga terdapat pada sinetron Hareem. Komisi Penyiaran Indonesia (KPI)
pusat meminta pada Indosiar untuk memperbaikinya. Jika tidak, KPI berencana
menghentinkan sinetro itu. Tak pelak setelah ultimatum itu dikeluarkan maka
pada awalnya para perempuan-perempuan berkerudung yang menjadi empat istri
seorang lelaki dalam sinetron itu semua hijabnya dilepaskan. MUI beralasan
sinetron ini melecehkan citra islam karena dialur cerita itu terdapat perebutan
sang anak terhadap istri keempat sang ayah.
Film horor
sekarang ini sudah semakin parah tidak lagi memberikan citra lagi bagi dunia
perfilman Indonesia dan jauh dari kata memberikan katarsis bukan untuk
pencerahan, malah orang berasumsi untuk melakukan seperti apa yang ada di film
horor itu sudah biasa dan sewajarnya dan tidak masuk dalam kategori masalah
yang sangat besar.
Ditinjau
dari segi fungsi seni film horor mungkin bisa dikatakan menghibur namun jika
ditinjau dengan lebih dalam lagi film horor nyatanya lebih banyak memberikan
dampak negatif, diantaraya sebagai berikut :
1.
Memberikan
citra buruk kepada dunia perfilman indoneia, sebab Indonesia lebih banyak memproduksi
film horor, yang menunjukkan belum bisa
memberikan film yang berkualitas. Istilah lain film Indonesia dikatakan itu-itu
saja.
2.
Masyarakat
lebih antusias melihat film semacam ini, malas untukmelihat film yang jarang
ada buka-bukaannya apalagi yang memang tertutup secara keseluruhan.
3.
Adegan-adengan
syur mememberikan pemahaman terhadap penonton bahwa adegan semacam itu bukanlah
merupakan masalah besar lagi, itu sudah biasa dan semua sudah biasa
melakukannya,
Dari isi
film negatif ini juga memberikan dampak negatif sehingga Indonesia ternyata
masih dalam dunia kebobrokannya karena bukan di jejali tontonan yang kreatif dan
berkualitas malah terpaku dalam film
yang itu-itu saja. Dan kebanyakan para
produser hanya menjadikan film sebagai bisnis yang tak perlu harus memberikan
fungsi edukasi didalamnya yang penting uang mengalir deras ke kantong, disisi
lain kesadaran masyarakaat yang lebih antusias utuk melihat film sekedar
hiburan daripada memberikan tiga fungsi seni lainnya.
*Nama
: Moh. Faqih Al Farobi
Npm : 1134411104
Prodi : Bahasa & Sastra Indonesia
Tugas
karya ilmiyah Filsafat Seni STKIP PGRI Bangkalan
Rabu, 09 Januari 2013
mencapai Insanun Kamil
Manusia diciptakan
memiliki akal sebagai organ untuk berfikir mengenali kehidupan, meimilih dan
memilah dengan baik, meninggalkan yang buruk dan mengambil jalan kebaikan.
tentu untuk mencapai sebuah kesejahteraan hidup perlu adanya tahap-tahapan yang sudah teratur secara sistematis, dan satu-satunya jalan untuk itu adalah belajar. peran belajar dalam tatanan kehidupan merupakan bagian yang bersifat fundamental bagi tercapainya kesejahteraan hidup.
tentu untuk mencapai sebuah kesejahteraan hidup perlu adanya tahap-tahapan yang sudah teratur secara sistematis, dan satu-satunya jalan untuk itu adalah belajar. peran belajar dalam tatanan kehidupan merupakan bagian yang bersifat fundamental bagi tercapainya kesejahteraan hidup.
Dalam proses kehidupan
manusia tak lepas dari sifat sosialnya hal itu memang sudah kodrat yang tak
dapat terelakkan yang dapat mencapai tujuan humanis, bergaul dengan orang lain
terdapat kaidah-kaidah yang tidak boleh dilanggar, karena jika tidak akan
menimbulkan ketidak nyamanan dipihak lain sehingga timbullah perselisihan,
kericuhan, dan pertikaian. Maka belajar merupakan solusi untuk membendung hal
itu semua, dengan belajar mengajak orang lain mengerti sebuah pemahaman yang
baik.
Insanun kamil adalah
manusia yang mencapai derajat yang sempurna memenuhi kualifikasi dalam mecapai
manusia yang bermartabat. Namun dewasa ini ironisnya terdapat pada
remaja-remaja yang mengarahkan tujuan belajarnya kepada hal-hal yang bersifat
materi. Hal ini tidak lain dengan memiliki ijazzah formal, predikat dan title
yang tinngi akan membuat hidup seseorang sejahtera. Sehingga niat mereka dilandasi
oleh nilai-nilai matrealis serta mengelakkan kode-kode etik dalam dunia
pendidikan itu sendiri, contek mencontek ketika ujian serta pemenuhan absensi
sebagai keabsahan namun tak dilandasi semangat yang betul-betul menunjukkan
antusias belajar sudah menjangkiti dunia kependidikan di Indonesia ini.
Kaum mayotritas
berasumsi bahwa keseejahteraan hidup dapat diraih dengan berlimpahnya uang,
dengan uang mereka harus lulus dan memiliki nilai-nilai yang tinggi tanpa
memperhatikan aturan-aturan didalamnya. Mungkin karena mereka sudah terbiasa
dan memahaami sebuah wacana “belajar sebagai peningkatan mutu kehidupan” tanpa
interpretasi lebih mendalam lagi sehinggan mereka memaknainya dengan pandangan
yang linear. Hal ini yang
menjadi alasan mendasar bagi pelajar dengan berorientasi pada mutu kehidupan
yang baik akan dicapai dengan materi tujuannya adalah Ijazah dan titel. ini
menyebabkan seseorang tak memperhatikan kode etik dan membiarkannya sebagai
formalitas dalam sebuah organisasi, akhirnya terjadilah pendidikan yang tak
mengajarkan kejujuran bantuan jawaban keika UNAS sudah menjadi biasa diduia
pendidikan dengan beralasan jika tidak demikian para siswa tidak akan bisa
menjawab soal-soal tersebut dan akhirnya tidak lulus. Siswa tidak lagi diajari
pentingnya sebuah kejujuran, dan banyak hal-hal lain yang ditimbulkan maka
terciptalah negara yang kebobrokannya menonjol.
Harus ada sebuah inisiatif untuk dapat mempebaiki paradigma yang sudah
mengakar ini, manusia harus menjadi Insanun kamil yang akan menjadikan seorang
yang bermartabat, adapun ciri-ciri manusia kamil adalah :
1. Sifat
Amanah (dapat dipercaya)
Amanah maksudnya ialah dapat memegang apa yang
dipercayakan seseorang kepadanya walaupun hanya sesuatu yang kita anggap kurang
berharga. Di zaman seperti sekarang ini sangat sulit menemukan sifat manusia
yang seperti itu, sebab modern ini hidup penuh persaingan, menjadikannya
kegagalan bagi seseorang yang tak memeiliki intelektual yang baik, sebuah
talenta atau keterampilan, dan jalan
alternative terakhir adalah uang sebodoh apapun seseorang jika kuat dalam
bidang finansial ini maka seseorang dapat meraih jabatan tinggi, pekerjaan yang
layak dan jaminan hari tua. Jadi dengan itu manusia menempuh jalan alternatif untuk
bisa memenuhi hasrat dan kebutuhannya dengan menghalalkan segala cara. jikapun
ada, hanya segelintir orang saja yaitu orang – orang yang mengerti eksistensial
dari makna kehidupan.
2. Sifat
shiddiq (Jujur)
Jujur adalah sikap moral (dalam perkataan maupun
perbuatan) yang mengandung atribut berharga berupa kebenaran, integritas,
kesatuan antara tindakan luar dan hati, dan sikap lurus yang berarti juga
absennya kebohongan, penipuan, dan pencurian. (Encyclopedia Wikipedia).
Dari pengertian tersebut sudah jelas jujur merupakan
sikap moral yang mencerminkan kebaikan. Jika kita ambil contoh terhadap suatu
Negara semisal Indonesia yang sudah menjadi kebudayaan demi mmeraih sebuah
kesuksesan.
Dampak dari ujian nasional yang sudah merata dengan
system subsidinya berdampak sangat jelas terhadap dunia pendidikan di Indonesia
sampai saat ini Indonesia belum bisa mencetak mayoritas kaum intelektual malah
mereka cenderung untuk brutal, kriminal, dan anarki sehingga kemajuan Negara
Indonesia tidak mengalami progresif. Contoh lain adalah kasus korupsi yang
menunjukkan rendahnya sikap kejujuran para pejabat-pejabat Negara.
Esensi dari kejujuran bagi setiap orang adalah
timbulnya sebuah ekspestasi dari masyarakat. Hal ini berarti mengangkat
martabat seseorang.
3. Tabligh ( Menyampaikan )
Tablig adalahh mmenyamapikan sesuatu yang memang
harus disampaikan dalam pelaksaan ini diiringi oleh sikap tanggung jawab atas apa yang ia
sampikan.
Hal
ini untuk menegaskan hakikiat dari sebuah kebenarann yang telah disampaikan
oleh seseorang baik berupa ikhwal ini baik ataupun buruk sekalipun dan semua
sudah siap dengan resiko yang harus diterima.
4. Fathanah
(Cerdas)
Cerdas adalah kemampuan seseorang dalam kemampuan
akalnya menangkap segala sesuatu dengan cara menifestasinya yang berilian hal
ini yang akan membawa kepada strategi dan efektifitas dalam bidang apapun. Mampu menjawab semua tantangan
itulah jawaban sederhana dari manifestasi Cerdas. Namun yang menjadi pusat
perhatian adalah bagaimana mengarahkan kecerdasan ini untuk mengambil sikap
dewasa dan menafikkan segala sesuatu yang terdapat unsur-unsur negatifnya.
Dari
uraian tentang Isanun kamil kiranya wacana tentang “belajar sebagai cara
peningkatan mutu kehidupan manusia” harus dievaluasi demi meluruskan dan
menjaga tujuan seseorang belajar yang sudah diinterpretasi dengan pemahaman
yang salah agar seorang pelajar tau dan mengerti eksistensi sesungguhnya dari
adanya pembelajaran.
Langganan:
Postingan (Atom)
