Dunia tempat manusia bersaing mengumpulkan harta sebanyak-banyaknya
untuk meraih kesenangan dengan materi yang melimpah, bagi mereka kebahagian
bisa di beli dengan uang uang adalah tolok ukur segala hal dalam kehidupan.
Mereka lalai atas Firman Allah “tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati…(QS.
Al-Anbiya: 35)
“bermegah-megahan telah melalaikan kamu (Qs.
At-Takastur:1) orang-orang yang terlena dengan kehidupan dunia akan melupakan
akhiratnya sehingga ketika ia mati mereka akan mengetahui balasannya. Betapa
sakit dan pedihnya siksaan bagi mereka yang lalai atas perintah Allah swt.
Ketika nafas sudah berhenti tinggallah penyesalan abadi.
MATI adalah terlepasnya roh dari jasad seseorang yang berarti
kepergian manusia dari kehidupan dunia (Jhubair,2012:8) kematian adalah tanda
menuju kehidupan selanjutnya, kehidupan yang baik bagi mereka yang taat
perintah Allah dan kehidupan yang buruk bagi mereka yang ingkar kepada Allah. Siapapun
makhluk yang bernyawa semua akan mengalami kematian “dimana saja kamu berada, kematian akan
mendapatkan kamu, kendatipun kamu di dalam benteng yang tinggi lagi
kokoh…”(QS.an-Nisa:78)
Kehidupan Abadi
Setelah kehidupan dunia ruh akan beralih ke alam Barzah alam ghaib
yang dihuni orang-orang yang sudah mati. Jika alam barzah adalah kehidupan maka
orang-orang yang sudah mati dalam hal ini adalah ruh yang meninggalkan jazad
tentu mereka akan mengalami dua sisi kehidupan yang berbeda 1. Merasakan
kenikmatan, dan 2. Merasakan penderitaan seperti kehidupan dunia pada umumnya.
kenikmatan dalam alam barzah ini akan dialami oleh orang-orang yang
ketika hidup di dunia taat menjalankan perintah Allah dan mencegah dirinya dari
kufur pada-Nya. Kelak ia akan melihat taman-taman surga yang diperlihatkan
setiap waktu. Sedangkan penderitaan yang berupa siksaan atas mereka disebabkan
dosa-dosa yang mereka lakukan ketika hidup di dunia “Kepada mereka
ditampakkan neraka pada pagi dan petang…” (QS. Ghafir(40):46) bagi mereka
yang menyesal berkata “…Ya tuhanku kembalikanlah aku (ke dunia). Agar aku
berbuat amal yang salih terhadap yang telah aku tinggalkan…”(QS.
Al-Mukminun(23):99-100)
penyesalan memang datang terlambat, namun penyesalan yang terjadi
setelah kematian akan menjadi penyesalan yang benar sia-sia.
dua kejadian ini akan berlangsung abadi karena ruh bersifat abadi.
Ruh sama seperti energy dalam ilmu fisika kita mengenal teori kekekalann
energi. Teori kekekalan energi mengatakan bahwa energy bersifat kekal, tidak
bias di musnahkan, dihancurkan, atau dilenyapkan. Ia hanya berubah bentuk dalam
ruh, dunia, barzah dan alam akhirat kelak. Ruh tidak bisa dileyapkan ada
kalanya ruh hanya merasa lemah , sakit dan menderita seperti penyakit gelisah,
kecewa, dengki, cemas, takut dll.
Bagi orang muslim sudah
selaknya menyadari jika kematian sudah menimpa semua hal yang berhubungan
dengan dunia ini akan terpisah, harta melimpah, istri cantik, jabatan tinggi
hanya menjadi sesuatu yang akan ditinggalkan. Kematian hanya akan membawa amal
ketika di dunia.
Pengingat Kematian
Orang yang selalu ingat pada kematian akan senantiasa menjaga
dirinya dari ingkar perintah-perintah Allah. Hal ini dapat dilakukan dengan
cara ziarah kubur, membaca al-Qur’an, bergaul dengan orang salih,
merendahkan diri di hadapan Allah dengan menemuinya seakan memikul beban dosa
yang amat besar.
Oleh: Alfarabi Rafa’el Faqih
Referensi: misteri malam pertama di alam kubur, malam pertama di
alam kubur, www.fadhilza.com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar