Kamis, 27 September 2012

TAQWA

berikut ini saya sedikit uraikan makna dari TAQWA yang saya kutip dari kitab kecil Taisiirul khallaq.

TAQWA- mungkin pengertian simpelnya adalah menjalankan semua perintah Allah dan menjauhi semua larangannya, tpi makna Taqwa sendiri bukanlah seperti itu.

menjalankan semua perintah, disini bukanlah amal-amalan wajib saja yang dikerjakan seperti salat, puasa, zakat dll, melainkan amal-amalan yang memang dianjurkan (Sunnah) seperti salat sunnah Qabliah-Ba'diyah, salat Tahajjud dsb. begitu juga dengan meninggalkan larangannya, jadi bukan ketika kita harus meninggalkan yang haram melainkan juga yang tidak disukai Allah (makruh).

jadi, tidak dikatakan taqwa pabila seseorang hanya mengerjakan perintah yang diwajibkan dan meninggalkan sesuatu yang sudah dihukumi haram melainkan juga melaksanakan perbuatan yang besifat anjuran dan meninggalkan perbuatan yang tidak disenangi oleh agama walaupun pekerjaan itu tidak termasuk dalam kategori dosa bagi pelakunya.

dan ketika hal ini benar-benar diterapakan maka manusia telah mencapai tingkatan taqwa dan akan mendapatkan kehidupan yang baik.

sementara untuk bisa meraih Taqwa, secara garis besar ada 3 hal, yaitu :

1. Merasa hamba yang lemah.
memang manusia tercipta dalam keadaan Dha'if, sehingga ketika kita memiliki sebuah rencana tidak semua apa yang kita rencanakan dapat terealisasikan, manusia hanyalah berencana  yang menentukan ialah Allah.

2. Mengingat semua kebaikan Allah
Allah memiliki sifat ar-Rahman dan ar-Rahim kasing sayangnya melebihi kasih sayang yang pernah ada dimuka bumi, ketika manusia melupakan Allah karena kehidupan duniawi dan kemudian kembali ketika terpuruk dalam usahanya pada saat itu Allah selalu dekat dengan hambanya.
maka, haruslah ingat bahwa nikmat Allah yang telah diberikan kepada mausia tak dapat dihitung sekalipun dengan tekhnologi yang sangat sangat canggih.
"Dan jika kalian menghitung nikmat Allah, maka kalian tak dapat menghitungnya."(An-Nahl:18)

3. Mengingat Mati
ketika kita dihadapkan dengan kematian maka pasti kita akan sibuk untuk memperbanyak amal ibadah untuk bekal menghadapinya, 
perlu bekal yang sangat banyak untuk menghadapi kematian, yaitu memperbanyak amal-amal salih dan meninggalkan sejauh mungkin amal-amal kejelekan, dan hal inilah yang harus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, sehingga semakin kita mengingatnya maka semakin terdorong untuk tidak mengerjakan keburukan dan akan semakin giat dalam taat melaksanakan perintahnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar